Tepatnya pagi ini, saat matahari masih belum terbit, saat ayam masih belum bangun belum berkokok, ya sekitar jam 4 kurang. Aku dengan mata yang mengantuk yang masih kepikiran empuknya tempat tidur, bangun, membuat mie instan.
Sekitar 1 menit untuk membuat airnya mendidih lalu aku masukkan mie yang 3 menit kemudian aku matikan kompornya. Setelah itu, aku angkat panci mie tersebut untuk membuang airnya, atau mungkin lebih tepatnya meniriskan mienya.
Saat aku membuang air dari mie tersebut, ada beberapa potong mie yang ikut bersama air tersebut, ada yang pendek, ada juga yang agak panjang.
Ketika melihat itu, aku tersadar... Bahwa ada suatu pelajaran yang penting dari sana. Bila kita sendiri, maka kita bisa jadi mudah terbawa arus, entah itu arus yang buruk ataupun yang baik. Walaupun kita punya teman, namun bila teman kita juga mudah terbawa arus, maka kita pun juga bisa terikut mereka.
Ketika kita memiliki teman yang banyak dan hubungan kita dengan mereka cukup erat, maka kita tentu akan sulit terbawa arus yang lain. Dalam hal ini, kita bisa melihat 2 sisi yang berbeda. Di saat kita bersama dengan teman-teman atau sahabat-sahabat yang baik dan hubungan kita juga erat dengan mereka, maka kita akan sulit diajak untuk bermaksiat oleh orang. Namun di sisi yang lain, tidak mudah bagi kita untuk mengajak teman kita yang teman-temannya suka bermaksiat untuk kembali ke jalan yang lurus.
Oleh karena itu, seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam tentang dampak dari berteman dengan orang yang baik dan orang yang buruk, tentu kita haruslah pandai-pandai dalam memilih sahabat. Bila teman kita buruk, sebaiknya kita bisa mengajaknya menuju kebaikan dan membuatnya menjadi orang yang baik yang tentunya akan berdampak baik bagi kita juga. Tentu sebaiknya kita berdoa kepada Allah dan berusaha agar selalu bersama dengan orang-orang baik yang mengajak kebaikan, dan juga kita mengajak teman-teman yang masih buruk agar menjadi baik.
Terkadang, saat meniriskan mie saja ada pelajaran berharga yang bisa dipetik. Padahal aku waktu itu lagi ngantuk-ngantuknya tapi masih sempat aja buat kepikiran hal seperti itu. Akhirnya mie tersebut aku makan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar